Matius 16:24
Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salib dan mengikut Aku."
Ketika kita mengikut Tuhan, maka sudah tentu kita harus taat melakukan Kehendak Bapa yang ada di surga, karena Yesus pun melakukan hal demikian (Yohanes4:34). Sama seperti Yesus yang taat sampai akhir hidupNya di kayu salib, demikian kita harus taat kepada Kehendak Bapa yang di surga. Ini hal yang harus kita ketahui tentang ketaatan pada KehendakNya, yaitu:
1. Taat itu Kebutuhan (Yohanes 4:34)
Sama seperti Yesus yang menganggap makananNya ialah melakukan kehendak Bapa yang di surga, makanan kitapun juga adalah melakukan kehendak Bapa. Jika makanan yang sering kita konsumsi memberi perasaan kenyang dan tenaga jasmani, maka Taat pada kehendak Bapa akan membuat kehidupan rohani kita dipuaskan dan juga memberi kita hidup rohani yang penuh dengan tenaga rohani dari surga.
2. Taat itu pilihan (Yosua 24:15)
Ketika Yosua mengingatkan kembali janji Allah pada bangsa Israel, Yosua memberikan pilihan, beribadah pada Allah dengan sepenuh hati, atau menyembah allah orang kanaan yang tempatnya mereka diami. Apapun pilihan mereka, Yosua memberikan mereka teladan untuk memilih, dan Yosua memilih apa yang benar. Sama seperti kita memutuskan untuk makan atau tidak, sebenarnya kita diberi pilihan dari Tuhan, taat atau tidak. Karena itu, pilihlah dengan bijak semua keputusan yang Tuhan sediakan bagi Anda.
3.Taat hanya pada KehendakNya Bapa
Mungkin kita bertanya-tanya, apa maksud dari poin ke 3 ini? Jika kita membaca 1 Raja-raja 13, ada seorang abdi dari Yehuda yang diberi perintah langsung oleh Tuhan. Namun, dia lebih mendengarkan apa yang dikatakan nabi tua daripada perintah Tuhan sendiri. Sering kali kita juga melakukan seperti itu. Sering kali kita mendengarkan perkataan teman kita, sahabat kita, bahkan paling ekstrim, pemimpin kita sendiri. Saya tidak menyuruh Anda untuk menjadi seorang yang egois dan melawan setiap orang yang memberikan pendapat mereka masing2, namun yang penting di sini adalah kita harus benar-benar paham dan tahu mana yang Tuhan inginkan dan mana yang tidak. Bagaimana caranya? dengan menguji segala sesuatunya, apakah hal itu memang yang Tuhan kehendaki atau tidak. Perlu diingat, jangan jadikan ini alasan Anda melawan perkataan pemimpin Anda, kecuali Anda memang benar2 mengerti bahwa perkataan yang timbul dari hati memang benar-benar berasal dari Bapa dan bukan dari hati maupun suara si jahat.
4. Taat itu korban (Keluaran 5)
Tidak sedikit dari kita yang pernah merasakan jalan hidup yang tidak enak akibat kita melakukan apa yang Tuhan inginkan? Tentu semua orang pernah mengalaminya. Jika sampai saat ini engkau tidak bisa menerima keadaan yang Tuhan ijinkan terjadi atas dirimu, ingatlah, jangan membuat dirimu tinggi hati. Jadilah rendah hati, karena hanya Tuhan yang lebih berhak menentukan jalan hidup kita ketika kita mengikut Dia. Sama seperti Musa yang harus menerima perasaan benci bangsa Israel kepadanya, ingatlah Tuhan pasti bertanggung jawab pada hidup Anda, tidak akan sekali-kali Dia biarkan kita kecewa karena mengikut Tuhan, karena semua yang Tuhan sediakan itu indah pada akhirnya.
5. Bahkan Persembahanmu bagi Tuhan tidak bisa mengalahkan Ketaatan mu pada Tuhan
Pernah dengar kisah Saul yang tidak melakukan perintahNya? Alasan dia tidak taat hanya karena pemberian raja Agag baik digunakan untuk persembahan bagi Tuhan (1 Samuel 15:21) Namun, Tuhan tidak menyukai persembahan Saul, karena dia tidak taat (1 Samuel 15:22). Cobalah bercermin dari hidup saudara, apa yang jadi persembahan Anda kepada Tuhan? Pelayananmu? Penyembahanmu? Semuanya baik, tapi jika Anda tidak mau taat pada apa yang Tuhan inginkan, maka persembahanmu itu tidak ada artinya.
6. Taat itu identitas anak Allah
Yesus pernah berkata pada Matius 12:50, orang-orang yang melakukan kehendak Bapa adalah saudara Yesus. Secara tidak langsung Yesus ingin memberitahu kepada saya dan Anda, bahwa tanda bahwa seseorang benar-benar memiliki hubungan erat dengan Tuhan, hingga Yesus menyebut mereka "saudara", yaitu lewat ketaatanNya dengan Yesus. Jangan pernah Anda merasa dekat dengan Tuhan, jika kehendakNya saja tidak pernah Anda dengarkan, bisa saja menurut Tuhan, hubungan Anda tidak dekat dengan Tuhan.
Taat pada Kehendak Tuhan tidaklah mudah, sebab kenyataannya manusia memiliki keinginan yang berbeda dengan Tuhan. Sebab itu, kita butuh Roh Kudus, sebab dia yang memberi kita kekuatan untuk melakukan Kehendak Bapa (Yohanes 16:13). Dan ingat, tidak pernah ada kata terlambat untuk Taat pada Allah. Bahkan di saat keadaan kita tak mungkin dipulihkan, ketika kita memilih taat, Tuhan bisa merubah keadaan yang menghancurkan kita menjadi sesuatu yang memberkati kita. Selamat merenungkan Tuhan Yesus memberkati. Be Blessed