Jumat, 27 November 2015

God is a consuming fire!!

Shalom sahabat Tuhan, kali ini saya akan membawa satu tema yang cukup menarik, yaitu api Tuhan. Dalam Ulangan 4:24, dijelaskan bahwa Tuhan adalah api yang menghanguskan. Mungkin sahabat yang hanya membaca Alkitab versi Indonesia saja, akan sedikit merasa bingung dengan maksud dari Firman Tuhan tersebut. Namun, jika kita baca pada Alkitab versi bahasa lain, yaitu bahasa Inggris (NIV), maka Firman Tuhan tersebut menjadi lebih jelas, yaitu Tuhan adalah "consuming fire". Apa sih yang dimaksud "consuming fire" itu?

  1. Api bicara tentang kekudusan, menyatakan bahwa Allah itu kudus. Pada saat Musa bertemu Tuhan pada saat menggembalakan kambing domba di gunung Horeb, Tuhan menyatakan diriNya dalam nyala api (Keluaran 3:2). Pada saat itu, Tuhan sendiri berkata pada Musa bahwa tempat itu suci, oleh sebab itu Musa harus menanggalkan kasutnya (ayat 5). Dengan cara yang sama Tuhan menyatakan dirinya kepada kedua belas muridNya di Yerusalem, yaitu melalui lidah-lidah api, yaitu Roh Kudus itu sendiri. Oleh sebab itu, karena Allah itu kudus, ketika sahabat menghadap Allah, baik dalam saat teduh atau penyembahan kepadaNya, mari datang dengan penuh takut akan Tuhan. Belajar Takut akan Allah berarti belajar mengalami kuasa Allah dalam hidup kita.
  2. Consuming Fire berarti ketika kita dekat dengan Tuhan, maka akan ada sesuatu yang hilang dalam diri kita, atau bisa kita bilang di"consume". Apa yang dikonsum/hilang? yang jelas setiap hal yang tidak mulia dihadapanNya. Consuming Fire bicara soal pemurnian, dimana segala hal diuji dengan api. Yang terjadi memang menyakitkan, sama ketika sahabat dekat dengan api yang berasal dari sebuah lilin, panas dan sakit bukan? Sakit yang kita alami itu wajar, karena kita masih hidup dalam daging. Namun, sahabat perlu tahu, jangan jadikan sakit itu alasan untuk kita tidak dekat dengan Tuhan, Ketika sahabat merasakan sakit akibat proses yang berasal dari Tuhan, bersyukurlah karena Tuhan menyayangi sahabat Tuhan sekalian, karena lebih baik sakit tetapi nantinya luka itu sembuh, daripada lari dari rasa sakit itu, dan luka itu kita biarkan semakin parah.
  3. Api itu juga merupakan simbol dari cinta Tuhan. Pada kidung agung 8:6, Salomo menggambarkan cinta itu kuat, nyalanya seperti nyala api. Ketika menyatakan apiNya pada kita, percayalah pada saat itu Tuhan mengasihi sahabat sekalian. Dengan memberikan Roh KudusNya untuk para sahabat sekalian, sebenarnya itu merupakan wujud kasihNya buat para sahabat sekalian yang menerimaNya. Tuhan tidak mau para sahabatNya dan kekasihNya sendirian. Bangunlah hubungan pribadi yang kudus dengan Roh Kudus, karena Dia sudah terlebih dahulu mengasihi kita.
Api Tuhan memang kudus dan suci, tapi jangan lupakan bahwa api itu juga merupakan bukti kasihNya buat sahabat-sahabatNya, Selamat merenungkan, Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar